Pura yang terletak
di Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ini tentunya sudah
tidak asing lagi di kalangan umat Hindu di Bali. Ditempuh sekitar 2 jam
perjalanan dari Denpasar, akses menuju pura ini cukup sulit karena melalui
tanjakan. Meski demikian, pemandangan alam yang disuguhkan selama perjalanan
cukup mampu memanjakan mata.
Ditinjau dari segi sejarah, Pura Andakasa diperkirakan didirikan pada sekitar abad XI oleh Mpu Kuturan. Konon, tokoh agama Hindu bernama Sang Kulputih, pernah bertapa di tempat ini sebelum melakukan perjalanan spiritual ke Pura Besakih dan Pura Lempuyang.
Bila ditilik dari asal katanya, Andakasa berkaitan dengan kata akasa yang bermakna angkasa atau langit. Menurut mitos, pada zaman dahulu di Desa Antiga terdapat tiga butir telur yang jatuh dari angkasa. Telur tersebut meledak dan mengeluarkan asap saat didekati oleh masyarakat. Asapnya lantas menyebar ke tiga arah, yaitu arah barat daya, barat laut, dan utara. Saat itu terdengar sabda yang menyebutkan bahwa asap yang mengarah ke barat daya adalah perwujudan Bhatara Brahma. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Pura Andakasa sebagai tempat pemujaan Bhatara Brahma. Jika dilihat dari deretan pura berdasarkan arah mata angin dari Dewata Nawa Sanga, Pura Andakasa terletak di arah Selatan.
0 Comments