Lokasinya memang tidaklah dekat dengan Kota Denpasar. Pura yang dikenal pula dengan sebutan Pura Batur ini terletak di Desa Kalanganyar, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Berjarak sekitar 50 km, memerlukan waktu sekitar 2 jam berkendara dari Kota Denpasar untuk sampai di Pura Ulun Danu Batur.
Pura ini merupakan parhyangan utama dari Bhataru Hyang
Dewi Danuh, dewatanya dewa kemakmuran. Bila diteliti dari namanya, ulun danu
mengandung makna danau bagian hulu. Pura Ulun Danu Batur memang terletak di
dekat Danau Batur. Letaknya sekitar 900 meter dari permukaan air laut sehingga
tak heran bila udaranya cukup dingin dan kabut pun kadang menyelimuti wilayah
ini. Sebelum sampai di lokasi, pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan
pemandangan Gunung Batur serta Danau Batur yang memesona.
Dikisahkan bahwa Gunung Batur meletus pada tahun 1926 Masehi
(Isaka 1848), mengakibatkan hancurnya wilayah Tampurhyang, Campaga, Sinarata, serta
daerah lainnya. Saat itu, masyarakat mengungsi dengan membawa pratima,
pejenengan, dan lain-lainnya. Mereka akhirnya sampai di Desa Bayung Gede. Mereka
pun menyimpan pratima, pejenengan, dan benda lainnya di Pura Desa Bayung Gede. Masyarakat
kemudian membangun kembali Pura Ulun Danu Batur, tepatnya di daerah
Kalanganyar. Pada tahun 1935 masehi (Isaka 1857), Pura Ulun Danu Batur pun akhirnya
selesai dibangun.
Pura yang memiliki sejarah panjang ini berdiri dengan
sangat megah. Terdiri dari sembilan pura, terdapat meru 11 tingkat yang
didedikasikan untuk Dewa Siwa dan pendampingnya, Dewi Parwati. Tak ketinggalan
pula ada tiga meru 9 tingkat yang didedikasikan untuk Gunung Batur, Gunung Abang,
dan Ida Betara Dalem Waturenggong.
0 Comments