A.
Metode Penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif secara
keseluruhan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk
deskripsi. Metode penelitian kualitatif memberikan perhatian terhadap data
alamiah, data dalam hubungannya dengan konteks keberadaannya. Ciri-ciri
terpenting metode kualitatif, yaitu sebagai berikut (Ratna, 2009:46-48).
1. Memberikan
perhatian utama pada makna dan pesan, sesuai dengan hakikat objek, yaitu
sebagai studi kultural.
2. Lebih
mengutamakan proses dibandingkan dengan hasil penelitian sehingga makna selalu
berubah.
3. Tidak
ada jarak antara subjek peneliti dengan objek penelitian, subjek peneliti sebagai
instrumen utama sehingga terjadi interaksi langsung di antaranya.
4. Desain
dan kerangka penelitian bersifat sementara sebab penelitian bersifat terbuka.
5. Penelitian
bersifat alamiah, terjadi dalam konteks sosial budayanya masing-masing.
Metode penelitian kualitatif
digunakan pada penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk
memahami fenomena tentang sesuatu yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya
perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan
dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks
khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong,
2011:6). Moleong (2011:8-13) memaparkan karakteristik penelitian kualitatif
sebagai berikut.
a.
Melakukan penelitian pada latar alamiah
atau pada konteks dari suatu keutuhan
b. Manusia
sebagai alat (instrumen) pengumpul data utama
c. Menggunakan
metode kualitatif, yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen
d. Analisis
data secara induktif (metode pemikiran yang bertolak dari kaidah yang khusus
untuk menentukan kaidah yang umum)
e. Penyusunan
teori yang berasal dari bawah ke atas (grounded
theory)
f. Data
yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka
g. Lebih
mementingkan proses daripada hasil
h. Adanya
batas dalam penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam
penelitian
i.
Adanya kriteria khusus untuk keabsahan
data
j.
Desain yang bersifat sementara
k.
Hasil penelitian dirundingkan dan
disepakati bersama
B.
Metode Penelitian Kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif
dipengaruhi oleh metode penelitian alam yang bersifat objektif, teratur, dan
dapat diramalkan. Penelitian kuantitatif memandang bahwa gejala sosial berupa
perilaku manusia, sebagaimana juga dalam penelitian alam, bersifat objektif,
terukur, dan dapat diramalkan karena gejala sosial juga terikat hukum alam,
respon perilaku objek merupakan pengaruh dari stimulus yang datang kepadanya.
Metodologi penelitian ini dinamakan penelitian kuantitatif karena kualitas
diskor ke dalam angka kuantitatif dalam pengumpulan dan analisis datanya
(Purwanto, 2008:16).
Metode penelitian kuantitatif
digunakan pada penelitian kuantitatif. Karakteristik dari penelitian
kuantitatif adalah sebagai berikut (Purwanto, 2008:61).
a.
Dipengaruhi oleh metode penelitian alam
yang pada dasarnya bersifat teratur, terstruktur, dan simetri
b. Bersifat
behavioristik-mekanistik-empirik
c. Memberikan
perhatian pada hasil (produk)
d. Bertujuan
untuk mendapatkan aturan, hukum, dan prinsip yang bersifat umum
e. Konversi
kualitas menjadi kuantitas
f. Konfirmasi
teori
g. Menjunjung
tinggi objektivitas
h.
Desain penelitian bersifat tetap dan
permanen
C.
Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Purwanto (2008:25-27) mengemukakan
perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, yaitu sebagai berikut.
|
Penelitian
Kuantitatif
|
Penelitian
Kualitatif
|
|
Karakteristik
1. Pengaruh
dari model penelitian alam
2. Bersifat
behavioristik-mekanistik-empirik
3. Memecah
keutuhan ke dalam bagian-bagian yang disebut variabel
4. Bersifat
nomometik, tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan aturan, hukum, atau
prinsip saintifik yang berlaku universal
5. Latar
bersifat artifisial, aktivitas perilaku diintervensi dengan instrument yang
dirancang untuk mengkonversi kualitas menjadi kuantitas
6. Menguji
teori atau konteks pengujian atau alur logika teori-riset
7. Menggunakan
pendekatan dengan mengambil jarak dari mereka yang diteliti agar pengamatan
dapat dilakukan secara objektif
8. Menjunjung
tinggi objektivitas dan netralitas dari nilai dan prasangka subjektivitas
9. Desain
yang ketat dan permanen
10.
Objek dijinakkan untuk dijelaskan
11.
Objek menjadi responden yang
memberi respon atau instrumen
12.
Generalisasi berlaku untuk
wilayah populasi asal sampel diambil
|
Karakteristik
1. Pengaruh
ilmu tafsir hermeneutik dalam linguistik
2. Kebenaran
bersifat relatif, tafsiriah, dan interpretif
3. Latar
bersifat alamiah
4. Membiarkan
konteks sebagai sebuah keutuhan
5. Tujuan
penelitian adalah untuk mendapatkan makna dan pemahaman
6. Bersifat
eksploratif atau menemukan teori atau alur logika riset-teori
7. Memaparkan
secara ideografis mengenai setting yang terbatas
8. Menggunakan
pendekatan emik, yaitu usaha untuk mendapatkan penerimaan dan kepercayaan
dari subjek sebagai komunitas budaya dengan membaur dalam aktivitas mereka
agar mereka menceritakan makna dalam kebudayaannya
9. Mengidentifikasi
pola kultural yang merupakan temuan teori baru dalam setting kebudayaan baru
10.
Menjunjung tinggi subjektivitas
11.
Desain yang tentatif dan
fleksibel
12.
Subjek berusaha dipahami
13.
Subjek berlaku sebagai pemberi
informasi
14.
Generalisasi bersifat eksploratif
|
|
Prosedur
1. Merumuskan
masalah
2. Menyusun
kerangka teori dan mengajukan hipotesis
3. Mengembangkan
instrumen berdasarkan kerangka teori dan menggunakannya untuk pengumpulan
data
4. Menganalisis
data untuk menguji hipotesis dan menjawab masalah
|
Prosedur
1. Merumuskan
masalah
2. Melakukan
kajian pustaka untuk mendapatkan batasan-batasan penelitian
3. Melakukan
pengumpulan informasi dengan pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan
analisis dokumen
4. Menguji
keabsahan informasi untuk ditingkatkan menjadi fakta
5. Analisis
fakta untuk menemukan pola kultural subjek penelitian dan menjawab masalah
|
|
Pemanfaatan
Penelitian
kuantitatif digunakan untuk menjelaskan gejala alam. Dalam pengelolaan
variabelnya, penelitian dapat dilakukan secara deskriptif, korelasional, atau
komparatif.
|
Pemanfaatan
Penelitian
kualititatif digunakan apabila tujuan penelitian tidak hanya memberikan penjelasan
mengenai hubungan gejala, namun juga menjelaskan alasan-alasan adanya
hubungan tersebut.
|
|
Kelebihan
1. Menghasilkan
teori yang kuat yang probabilitas kebenaran dan toleransi kesalahannya dapat
diperhitungkan
2. Kebenaran
teori yang dihasilkan selalu terbuka untuk diuji kembali
3. Analisa
yang dilakukan atas angka menghindarkan unsur subjektivitas
|
Kelebihan
1. Kemampuannya
memahami makna di balik perilaku
2. Mampu
menemukan teori baru untuk setting kebudayaan yang diteliti
|
|
Kekurangan
1. Tidak
dapat mengungkap makna yang tersembunyi
2. Pengembangan
teori lambat
3. Kegunaannya
rendah karena pengambil kebijakan berada di luar penelitian
|
Kekurangan
1. Hasil
penelitian bersifat subjektif
2. Temuan
teori hanya berlaku untuk setting kebudayaan yang terbatas
3. Kegunaan
teori yang dihasilkan rendah karena belum tentu dapat dimanfaatkan
|
Daftar
Pustaka
Moleong, Lexy J.
2011. Metodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya Bandung
Purwanto. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ratna, Nyoman
Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik
Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
0 Comments