Advertisement

Keunikan Berpadu dengan Mitos di Pura Kereban Langit

 

Pura yang terletak di Banjar Pekandelan, Desa Adat Sading, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung ini kabarnya ditemukan pada abad XI, saat Bali dipimpin oleh Raja Sri Udayana. Meskipun letaknya sekitar 30 menit berkendara dari pusat Kota Denpasar, tampaknya masih banyak yang belum tahu tentang pura yang letaknya disekitar hamparan persawahan ini.

Selain tempat persembahyangan, di pura ini juga ada tempat untuk melukat. Bagi umat Hindu yang baru pertama kali berkunjung ke pura ini, tidak perlu khawatir karena setelah memasuki areal pura, terdapat arahan yang berisi tentang tata cara melukat.

Sebelum melukat, kalian bisa mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

  Tempat melukat di pura ini adalah di Taman Beji Kereban Langit. Biasanya, orang-orang datang melukat pada saat otonan, Hari Banyu Pinaruh, Purnama, maupun hari-hari penting lainnya.

Setelah selesai melukat, kalian dapat berganti pakaian di tempat yang telah disediakan.

Selanjutnya, kalian bisa bersembahyang di Pura Kereban Langit. Desain pura ini bisa dikatakan cukup unik. 

Bila ditinjau dari namanya, Kereban Langit berasal dari kata “kereb” dan “langit”. “Kereb” berarti atap. Sesuai dengan namanya, pura yang letaknya di tengah goa ini beratapkan langit. Keunikan ini membuatnya tampak menarik dan sangat magis.

Berbicara tentang kemagisan pura ini, tidak lepas pula dari mitos yang ada di masyarakat. Di tengah goa terdapat tempat air suci yang dinamakan Tirta Salaka. Konon, pernah ada pasangan suami istri yang tidak kunjung dikarunia anak, datang ke pura ini untuk mencari Tirta Salaka. Setelah tirta tersebut diminum oleh sang istri, tak lama kemudian istri tersebut hamil. Mitos ini pun berkembang di masyarakat.

Selain sebagai tempat persembahyangan, pura ini juga menjadi daya tarik wisata bagi para tamu. Pasalnya, selain keunikan desainnya, keindahan pemandangan serta kebunnya yang tertata dengan baik menjadikan pura ini semakin memiliki daya tarik tersendiri.

 Hal yang perlu dicatat saat hendak melukat dan bersembahyang di pura ini yaitu melukat dapat dilakukan dari pukul 09:00-18:00 WITA. Dikarenakan pemangku tidak selalu berada di pura, telah tertera di papan pengumuman.

Untuk lebih jelasnya, cek video berikut ya.



Post a Comment

0 Comments